PENTINGNYA KEBERSAMAAN WARGA DAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBANGUNAN
Oleh : Kang Didin,
Nokerto Lor Sendang Dawung
085641590138
Hidup di desa memang sangatlah menyenangkan, beragam karakteristik desa membuatku serasa nyaman disini terutama kalau pagi dan malam hari. kenapa pagi dan malam, dinginnya sedang panasnya sedang. kalau siang panasnya minta ampun, bahkan nyaris mau keluar rumah kalau tidak memang perlu sekali, lebih baik berada di rumah.
disini langit begitu dekat, kenapa? karena memang tidak ada pepohonan yang tinggi atau gedung tinggi yang menghalangi pandangan.
Matahari nyaris tak ada jarak, mengingat bahwa potensi warga dalam pembangunan desanya sangat besar, dan belum meksimal, maka jalinan komunikasi demi jalinan kebersamaan warga dan aparat desa perlu dijalin dan dibentuk seemikian rupa.
Masyarakat
Masyarakat disini hampir seluruhnya merupakan petani, buruh tani, mayoritas memiliki pengalaman merantau ke luar negeri. itu dikala muda, masa tua dihabiskan sebagai petani.
maka tak heran ketika saya baru disini (sekitar akhir tahun 2012) hampir setiap hari mengobrol tentang pengalaman hidup di rantau menjadi topik hangat.
Kebersamaan yang erat dalam bermasyarakat mengingat semua warga masih ada hubungan kekerabatan baik dari jalur isteri maupun suami. semua adalah sedulur sinarawedi. ikatan inilah yang membuat keidupan di nokerto lor sedang dawung memiliki karakter gotong royong yang kuat dan mengikat.
Relijiuitas / keberagamaan
Bicara soal keberagamaan di Nokerto Lor Sendang Dawung, bisa diibaratkan seperti bicara fashion atau baju. kenapa begitu? hampir seluruh aktifitas warga dilandasi nilai-nilai relijius. mengingat semua warga adalah muslim yang taat.
Anda akan mendapatkan warga yang selamatan di Nokerto Lor Sendang Dawung nyaris setiap hari. sedekah,
Mushola dan masjid disini mengumandangkan adzan dengan pengeras yang cukup sehingga ajakan untuk beribadah lumayan tinggi.
di Nokerto Lor masyarakat beribadah di mushola mengenakan pakaian terbaik, jangan harap melihat penduduk asli sholat di masjid atau mushola mengenakan celana panjang dan kaos tanpa peci seperti di kota besar,
Masyarakat sudah mentradisikan dan mengharuskan bahwa pakaian sholat adalah sarung baju dan peci.
selain itu masyarakat mengenal jamaah muqorrobin sebagai aktifitas pengajian mengkaji ilmu dan memuja rosulullah Muhammad SAW.
Kesenian
Kesenian asli masyarakat tidak ada selain seni universal masyarakat kabupaten kendal yaitu Barongan. Rebana sebagai kesenian bernuansa religius pun belum begitu maksimal atau memasyarakat.
Pendidikan
perhatian masyarakat pada pendidikan akhir 2014 ini cukup baik bahkan bisa dibilang baik pada level dasar dan menengah, tapi untuk ke perguruan tinggi masih belum maksimal.
stigma masyarakat bahwa sekolah di peguruan tinggi mengeluarkan biaya besar dan lebih baik merantau mencari rejeki (uang) lebih baik untuk menatap masa depan. stigma inilah yang masih menghegemoni masyarakat. meski demikin kesadaran untuk menyekolahkan anak terutama pada usia belajar sudah bagus.
pendidikan agama dalam hal ini madin dan TPQ sangat bagus. hampir semuanya masuk TPQ atau madin.
Nasionalisme
rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam hemat penulis lumayan bagus. kepedulian pada program pemerintah lumayan tinggi. momentum tahunan seperti agustusan menjadi saat-saat warga berhias desa. peringatan hari-hari besar nasional dilihat oleh masyarakat sebagai bagian dari keharusan yang terwujud dalam ungkapan mengibarkan bendera merah putih.
Perhatian terhadap Remaja
Perhatian terhadap remaja sebagai generasi penerus tampaknya belum maksimal dan perlu penanganan yang serius. karang taruna sebagai wadah remaja berorganisasi belum terlaksana dengan maksimal. belum menjamah sampai ke pelosok noketo lor.
keberadaan tokoh masyarakat sebagai motor penggerak masih menjadi satu persoalan rupanya. remaja mau bergerak jika ada tokoh yang menggerakan. sebenarnya remaja menjadi satu kekuatan potensial yang bisa dimaksimalkan. mengingat banyaknya remaja yang usia sekolah dan pra sekolah yang berada di rumah dan hanya sesekali membantu kerja di sawah itupun hanya beberapa jam sehari dan selebihnya stay home.
Potensi remaja inilah yang mestinya oleh pemerintah desa menjadi perhatian penting. memberikan mereka keterampilan, pelatihan-pelatihan, latihan wira usaha, atau mungkin memaksimalkan potensi mereka dalam kehidupan real agar kedepan memiliki bekal berkarya selain harus ke luar negeri (tentu saja selain bertani).
Salah satu wujudnya bisa saja pemerintah desa mendatangkan ahli dalam pertanian, peternakan, perbengkelan, percetakan, pertukangan, dan keahlian lain.
Anggaran pemerintah desa saya rasa cukup, apalagi banyaknya donatur yang penulis yakin mau membantu dalam pendanaan pemberian keterampilan kepada remaja sangat potensial.
Pembangunan
Secara fisik pembangunan desa pada skala tertentu belum maksimal, namun peningkatannya terbilang relatif tinggi. namun itu bukanlah dari perhatian pemerintah desa yang menjadi fasilitator tapi lebih kepada bantuan politikus yang mencalonkan diri menjadi legislator dan salah satu caranya adalah menyumbang masyarakat membangun jalan (walau pada titik tertentu juga belumlah maksimal). pemerintah desa sebagai aparatur negara terdekat masih membutuhkan anggaran besar jika harus membangun jalan desa setiap tahun.
warga harus kreatif bahkan bergotongroyong membangun desa atau kampung. dan itu terbukti bahwa gotongroyong warga mampu menjadi upaya mendongkrak kemajuan kampung.
Saran
Penulis setidaknya ingin memberikan saran catatan demi kemajuan desa sendang dawung dan Nokerto Lor khususnya.
beberapa hal antara lain adalah adanya jalinan komunikasi warga dalam hal pengembangan potensi desa. mengajak warga potensial untuk turur andil memikirkan pembangunan fisik ataupun non fisik demi kemajuan bersama.
ketiga, warga pada keadaan tertentu tidak boleh hanya pasrah kepada aparat desa tetapi juga mau dan harus mampu menjadi sentral pembangunan desa.
warga sekaligus menjadi pemantau pelaksanaan program desa.
selama ini program desa dan target pembangunan setiap tahun nyaris tidak ada yang mau peduli (ada sih pasti yang peduli) namun jumlahnya minimal. (maksudnya diluar aparat desa) sebagai masyarakat yang independen (bebas merdeka tanpa ikatan) keberadaan masyarakat yang mau peduli sangat diperlukan demi tercapainya pembanguna dan pemerintahan desa yang harmonis dinamis.
program desa mestinya disampaikan dalam rembug desa yang mengundang seluruh warga diajak untuk berkomunikasi menyampaikan aspirasi atau memahami segala program kerja dan target yang ditawarkan oleh lurah (sebagai orang nomor satu di desa)
dengan adanya pengetahuan masyarakat tentang program desa akan terbentuk pemerintahan yang terpercaya, akurat, dan tentusaja masyarakat akan sadar untuk membantu pemerintahan membangun desa.
catatan program, target, dan capaian harus disampaikan kepada masyarakat sampai pada level RT disinilah peran RT menjadi penting dengan menyampaikan pada pertemuan tingkat RT akan keberhasilan atau capaian pembangunan dan pemerintahan desa.
adanya komunikasi dan masukan masyarakat harus didengar sebagai aspirasi warga sehingga komunikasi dua arah antara warga dan pemerintah desa bisa menjadi rule untuk menentukan kebijakan, target dan program.
catatan dalam bentuk lembaran yang disebarkan ke RT untuk dibacakan kepada warga haruslah ada untuk menjadi media komunikasi.
bentuk lain bisa saja seperti buletin desa, disebarkan sesuai kemampuan desa misalnya 10 eksemplar setiap RT ini lumayan membantu pemerintah dalam upaya membangun komunikasi warga.
adanya facebook pemerintah desa sangat penting mengingat mayoritas warga sudah familiar dengan media sosial, feacebook dan whats app serta internet. ini memacu masyarakat untuk mau membaca dan berkomunikasi sehingga eskalasi kedewasaan masyarakat semakin maksimal.
Semoga bermanfaat, nawaitunya adalah turut serta dalam andil memajukan desa.
Nokerto Lor 14 Oktober 2014
(Kang Didin /Nokerto Lor/ 085641590138 )
bagus juga, gagasan warga level bawah. think global.
BalasHapus